Artikel tentang: Implementasi

Cross-Domain Tracking

Cross-Domain Tracking


Cross-domain tracking memastikan bahwa atribusi pengunjung dan event konversi terlacak dengan benar saat user berpindah antar domain atau subdomain yang berbeda dalam ekosistem website Anda.


Memahami Cross-Domain Tracking


Cross-domain tracking sangat penting jika bisnis Anda beroperasi menggunakan beberapa domain atau subdomain. Tanpa konfigurasi yang tepat, platform analytics akan menganggap kunjungan ke domain berbeda sebagai sesi terpisah, yang menyebabkan putusnya jejak atribusi dan data konversi.


Skenario Umum



Mengapa Hal Ini Penting?


Tanpa cross-domain tracking, setiap kunjungan domain akan dihitung sebagai sesi baru:


❌ Tanpa Cross-Domain Tracking:



✅ Dengan Cross-Domain Tracking:


  • User mengunjungi www.example.com → Sesi berlanjut mulus.
  • User klik ke shop.example.com → Menggunakan ID sesi yang sama.
  • Konversi teratribusi dengan benar ke sumber trafik awal.


Implementasi di Konektor


1. Konfigurasi Parameter Tracking


Update kode tracking Konektor Anda untuk menyertakan konfigurasi cross-domain:


konektor('init', 'WS-YOUR-WORKSPACE-ID', {
crossDomain: {
domains: ['example.com', 'shop.example.com', 'blog.example.com'],
autoLink: true
}
});



Pastikan link antar domain Anda menyertakan parameter atribusi. Secara default, jika autoLink: true diaktifkan, Konektor akan mencoba melakukannya otomatis. Namun untuk kontrol lebih baik, Anda bisa memastikan format link seperti ini:


<!-- Menggunakan link dengan parameter yang diteruskan -->
<a href="https://shop.example.com?utm_source=website&utm_medium=referral&_k_ref=www.example.com">Shop Now</a>


3. Konfigurasi di Dashboard


Di dashboard Konektor, atur setting domain Anda:


  1. Pergi ke Settings > Tracking > Cross-Domain.
  2. Tambahkan semua domain dan subdomain Anda.
  3. Aktifkan "Automatic Parameter Passing".
  4. Simpan dan tes konfigurasi.


Pengaturan Platform Khusus


Setiap platform iklan memiliki cara sendiri menangani lintas domain.


Meta (Facebook) Cross-Domain


Pastikan Pixel Anda dikonfigurasi untuk mengizinkan first-party cookies di semua subdomain.


// Meta Pixel dengan dukungan cross-domain otomatis
fbq('init', 'YOUR_PIXEL_ID', {}, {
autoConfig: true
});


Google Ads Cross-Domain


Aktifkan Auto-tagging di pengaturan akun Google Ads Anda. Ini memastikan parameter gclid diteruskan ke semua URL. Pastikan Google Analytics (GA4) juga dikonfigurasi di admin panelnya untuk mengenali domain-domain Anda dalam satu Data Stream.


TikTok Cross-Domain


Pastikan TikTok Pixel dipasang di semua domain dan gunakan Developer Mode pixel helper untuk memverifikasi bahwa ttclid atau cookie terkait terbaca di kedua domain.


Implementasi Teknis



Agar session ID persisten, cookie harus diset di level domain tertinggi (TLD) jika menggunakan subdomain.


// Contoh set cookie domain agar terbaca di semua subdomain
document.cookie = "_k_session=123; domain=.example.com; path=/; secure";


<details>


Untuk DeveloperKonektor secara otomatis menangani setting domain cookie (.example.com) jika mendeteksi Anda berada di subdomain. Namun untuk lintas TLD berbeda (misal .com ke .co.id), parameter harus dioper via URL query string karena cookie tidak bisa dibagi antar TLD berbeda.


</details>


Fitur Lanjutan (Advanced)


Custom Attribution Rules


Membuat aturan kustom untuk skenario cross-domain yang kompleks:


// Atribusi kustom untuk transisi domain tertentu
konektor('setAttributionRule', {
fromDomain: 'blog.example.com',
toDomain: 'shop.example.com',
attribution: 'blog_traffic',
credit: 0.3 // 30% attribution credit
});


Struktur Domain Bertingkat


Menangani hierarki domain yang kompleks:


example.com (main)
├── shop.example.com (ecommerce)
├── blog.example.com (content)
├── support.example.com (help)
└── app.example.com (SaaS platform)


Penanganan Domain Internasional


Mengelola atribusi di berbagai domain regional:


konektor('init', 'WS-YOUR-ID', {
internationalDomains: {
'example.com': 'us',
'example.co.uk': 'uk',
'example.de': 'de'
}
});


Pengujian Cross-Domain


1. Pengujian Manual


  1. Buka domain utama (misal www.example.com) dengan parameter UTM dummy (?utm_source=test).
  2. Klik link yang mengarah ke domain kedua (misal shop.example.com).
  3. Periksa URL di domain kedua. Seharusnya parameter UTM atau parameter _k_ref ikut terbawa.
  4. Lakukan konversi percobaan dan cek di dashboard apakah sumbernya terbaca sebagai "test".


2. Automated Testing


Gunakan mode debug Konektor:


konektor('test', 'cross_domain', {
fromDomain: 'www.example.com',
toDomain: 'shop.example.com'
});


Masalah Umum dan Solusi


Atribusi Hilang (Attribution Loss)


Masalah: Parameter hilang saat pindah domain.

Solusi: Pastikan autoLink: true aktif atau tambahkan script dekorasi link manual jika Anda menggunakan framework SPA (Single Page Application) yang merender link secara dinamis.



Masalah: Login atau sesi user reset saat pindah subdomain.

Solusi: Pastikan konfigurasi cookie domain diawali dengan titik (contoh: .example.com) agar berlaku untuk semua subdomain.


Isu SSL


Masalah: Warning keamanan atau cookie tidak tersimpan.

Solusi: Semua domain WAJIB menggunakan HTTPS. Cookie modern dengan atribut SameSite=None; Secure hanya bekerja di HTTPS.


Bantuan Selanjutnya



:::tip Pro Tip

Mulailah dengan setup dua domain sederhana. Pastikan alur data lancar sebelum menambahkan domain ketiga atau keempat ke dalam ekosistem tracking Anda.

:::


:::warning Penting

Cross-domain tracking membutuhkan konsistensi protokol (HTTPS) di seluruh domain agar cookie dan parameter dapat diteruskan dengan aman.

:::

Diperbarui pada: 29/01/2026

Apakah artikel ini berguna?

Bagikan umpan balik Anda

Membatalkan

Terima kasih!