Cross-Domain Tracking
Cross-Domain Tracking
Cross-domain tracking memastikan bahwa atribusi pengunjung dan event konversi terlacak dengan benar saat user berpindah antar domain atau subdomain yang berbeda dalam ekosistem website Anda.
Memahami Cross-Domain Tracking
Cross-domain tracking sangat penting jika bisnis Anda beroperasi menggunakan beberapa domain atau subdomain. Tanpa konfigurasi yang tepat, platform analytics akan menganggap kunjungan ke domain berbeda sebagai sesi terpisah, yang menyebabkan putusnya jejak atribusi dan data konversi.
Skenario Umum
- Multiple Subdomains:
www.example.com,blog.example.com,shop.example.com - Different Domains:
example.com,example-shop.com,example-blog.com - International Sites:
example.com,example.co.id,example.sg
Mengapa Hal Ini Penting?
Tanpa cross-domain tracking, setiap kunjungan domain akan dihitung sebagai sesi baru:
❌ Tanpa Cross-Domain Tracking:
- User mengunjungi
www.example.com→ Sesi 1 dimulai. - User klik ke
shop.example.com→ Sesi 1 berakhir, Sesi 2 dimulai. - Konversi di
shop.example.comtidak teratribusi ke sumber trafik awal (misal: Iklan Facebook).
✅ Dengan Cross-Domain Tracking:
- User mengunjungi
www.example.com→ Sesi berlanjut mulus. - User klik ke
shop.example.com→ Menggunakan ID sesi yang sama. - Konversi teratribusi dengan benar ke sumber trafik awal.
Implementasi di Konektor
1. Konfigurasi Parameter Tracking
Update kode tracking Konektor Anda untuk menyertakan konfigurasi cross-domain:
konektor('init', 'WS-YOUR-WORKSPACE-ID', {
crossDomain: {
domains: ['example.com', 'shop.example.com', 'blog.example.com'],
autoLink: true
}
});
2. Update Link Atribusi
Pastikan link antar domain Anda menyertakan parameter atribusi. Secara default, jika autoLink: true diaktifkan, Konektor akan mencoba melakukannya otomatis. Namun untuk kontrol lebih baik, Anda bisa memastikan format link seperti ini:
<!-- Menggunakan link dengan parameter yang diteruskan -->
<a href="https://shop.example.com?utm_source=website&utm_medium=referral&_k_ref=www.example.com">Shop Now</a>
3. Konfigurasi di Dashboard
Di dashboard Konektor, atur setting domain Anda:
- Pergi ke Settings > Tracking > Cross-Domain.
- Tambahkan semua domain dan subdomain Anda.
- Aktifkan "Automatic Parameter Passing".
- Simpan dan tes konfigurasi.
Pengaturan Platform Khusus
Setiap platform iklan memiliki cara sendiri menangani lintas domain.
Meta (Facebook) Cross-Domain
Pastikan Pixel Anda dikonfigurasi untuk mengizinkan first-party cookies di semua subdomain.
// Meta Pixel dengan dukungan cross-domain otomatis
fbq('init', 'YOUR_PIXEL_ID', {}, {
autoConfig: true
});
Google Ads Cross-Domain
Aktifkan Auto-tagging di pengaturan akun Google Ads Anda. Ini memastikan parameter gclid diteruskan ke semua URL. Pastikan Google Analytics (GA4) juga dikonfigurasi di admin panelnya untuk mengenali domain-domain Anda dalam satu Data Stream.
TikTok Cross-Domain
Pastikan TikTok Pixel dipasang di semua domain dan gunakan Developer Mode pixel helper untuk memverifikasi bahwa ttclid atau cookie terkait terbaca di kedua domain.
Implementasi Teknis
Konfigurasi Cookie Domain
Agar session ID persisten, cookie harus diset di level domain tertinggi (TLD) jika menggunakan subdomain.
// Contoh set cookie domain agar terbaca di semua subdomain
document.cookie = "_k_session=123; domain=.example.com; path=/; secure";
<details>
Untuk DeveloperKonektor secara otomatis menangani setting domain cookie (.example.com) jika mendeteksi Anda berada di subdomain. Namun untuk lintas TLD berbeda (misal .com ke .co.id), parameter harus dioper via URL query string karena cookie tidak bisa dibagi antar TLD berbeda.
</details>
Fitur Lanjutan (Advanced)
Custom Attribution Rules
Membuat aturan kustom untuk skenario cross-domain yang kompleks:
// Atribusi kustom untuk transisi domain tertentu
konektor('setAttributionRule', {
fromDomain: 'blog.example.com',
toDomain: 'shop.example.com',
attribution: 'blog_traffic',
credit: 0.3 // 30% attribution credit
});
Struktur Domain Bertingkat
Menangani hierarki domain yang kompleks:
example.com (main)
├── shop.example.com (ecommerce)
├── blog.example.com (content)
├── support.example.com (help)
└── app.example.com (SaaS platform)
Penanganan Domain Internasional
Mengelola atribusi di berbagai domain regional:
konektor('init', 'WS-YOUR-ID', {
internationalDomains: {
'example.com': 'us',
'example.co.uk': 'uk',
'example.de': 'de'
}
});
Pengujian Cross-Domain
1. Pengujian Manual
- Buka domain utama (misal
www.example.com) dengan parameter UTM dummy (?utm_source=test). - Klik link yang mengarah ke domain kedua (misal
shop.example.com). - Periksa URL di domain kedua. Seharusnya parameter UTM atau parameter
_k_refikut terbawa. - Lakukan konversi percobaan dan cek di dashboard apakah sumbernya terbaca sebagai "test".
2. Automated Testing
Gunakan mode debug Konektor:
konektor('test', 'cross_domain', {
fromDomain: 'www.example.com',
toDomain: 'shop.example.com'
});
Masalah Umum dan Solusi
Atribusi Hilang (Attribution Loss)
Masalah: Parameter hilang saat pindah domain.
Solusi: Pastikan autoLink: true aktif atau tambahkan script dekorasi link manual jika Anda menggunakan framework SPA (Single Page Application) yang merender link secara dinamis.
Cookie Tidak Terbaca
Masalah: Login atau sesi user reset saat pindah subdomain.
Solusi: Pastikan konfigurasi cookie domain diawali dengan titik (contoh: .example.com) agar berlaku untuk semua subdomain.
Isu SSL
Masalah: Warning keamanan atau cookie tidak tersimpan.
Solusi: Semua domain WAJIB menggunakan HTTPS. Cookie modern dengan atribut SameSite=None; Secure hanya bekerja di HTTPS.
Bantuan Selanjutnya
:::tip Pro Tip
Mulailah dengan setup dua domain sederhana. Pastikan alur data lancar sebelum menambahkan domain ketiga atau keempat ke dalam ekosistem tracking Anda.
:::
:::warning Penting
Cross-domain tracking membutuhkan konsistensi protokol (HTTPS) di seluruh domain agar cookie dan parameter dapat diteruskan dengan aman.
:::
Diperbarui pada: 29/01/2026
Terima kasih!
